Review Artikel: “Tiga Cara Mudah Mendapatkan EFIN Pajak, Bisa Online Juga!!” – Apakah Masih Relevan?
Berikut review saya terhadap artikel “Tiga Cara Mudah Mendapatkan EFIN Pajak, Bisa Online Juga!!” di blog Khairul Fikri (bangfik.blogspot.com). Saya akan membahas aspek-konten, keakuratan, kejelasan, dan hal-yang bisa diperbaiki.
✅ Kelebihan artikel
-
Topik relevan — Artikel membahas cara mendapatkan nomor EFIN (Electronic Filing Identification Number) untuk pajak, yang memang penting bagi wajib pajak yang ingin memakai layanan elektronik dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
-
Langkah-praktis — Artikel menyajikan tiga cara (datang ke kantor pajak, telepon, melalui email/online) untuk memperoleh EFIN. Contoh email permohonan, selfie KTP+NPWP, dan proses balasan dari KPP juga dijelaskan.
-
Pengalaman pribadi — Penulis menuliskan pengalaman pribadi ketika mengajukan EFIN di KPP Pratama Sleman: email pengajuan, balasan, selfie dengan KTP & NPWP, dan penerimaan EFIN. Hal ini membuat artikel terasa “nyata” dan membantu pembaca yang baru pertama kali mengurus EFIN.
⚠️ Kekurangan & catatan penting
-
Sumber resmi kurang ditegaskan — Artikel memang menyebut bahwa alamat kantor dan email KPP dapat dilihat di situs pajak. Tetapi ia menggunakan blog dan pengalaman pribadi sebagai sumber utama, bukan selalu mengutip peraturan atau situs resmi. Untuk urusan pajak, sangat penting untuk merujuk ke aturan resmi (misal dari DJP).
-
Kemungkinan update prosedur — Artikel diterbitkan pada 3 September 2020. Sejak itu mungkin ada perubahan prosedur, form, atau persyaratan dari DJP. Sebagai contoh, sumber resmi DJP menyebut prosedur aktivasi EFIN melalui surel dengan lampiran fotokopi/swafoto dan jangka waktu penyelesaian. Pajak+2Izin+2 Pembaca harus memastikan prosedur terkini sesuai KPP domisili mereka.
-
Tiga cara disebut tapi fokus ke email online — Artikel menyebut tiga cara (datang, telepon, email). Namun konten utamanya membahas pengalaman email/online. Informasi terkait telepon atau datang ke kantor tidak dijelaskan secara mendetail (mis. persyaratan, waktu layanan). Jadi pembaca yang ingin menggunakan metode lain bisa merasa kurang lengkap.
-
Tidak banyak penjelasan hukum/peraturan — Artikel kurang menjelaskan landasan hukum atau regulasi terkini yang mengatur EFIN (misalnya PER‑41/PJ/2015 atau perubahan selanjutnya). Padahal memahami regulasi membantu dalam memastikan kebenaran dan keamanan prosedur.
-
Perhatian terhadap keamanan data — Artikel menyebut pengiriman foto KTP + NPWP/swafoto, namun kurang menekankan bahwa wajib pajak harus berhati-hati terhadap penipuan, memastikan email yang dipakai adalah email resmi KPP, dan menjaga kerahasiaan EFIN karena bisa dipakai untuk akses layanan pajak elektronik. Sebagai contoh, DJP menyebut EFIN bersifat rahasia dan fungsi utamanya sebagai alat autentikasi. Pajak+1
🔍 Ketepatan informasi utama
-
Artikel menyebut bahwa EFIN adalah nomor identitas wajib pajak untuk transaksi elektronik seperti e-Filing atau membuat kode billing pembayaran pajak. Ini sesuai dengan definisi resmi DJP. Pajak+1
-
Artikel meny memberi contoh format email permohonan EFIN: NPWP, nama, alamat email, nomor HP, dll. Dan menunjukkan bahwa KPP meminta swafoto dengan memegang KTP dan kartu NPWP. Ini juga sesuai dengan informasi prosedur online di situs DJP. Pajak+1
-
Artikel meny menjelaskan bahwa setelah memperoleh EFIN, langkah selanjutnya adalah mendaftar di situs DJP Online (misalnya djponline.pajak.go.id) untuk e-Filing SPT Tahunan. Ini juga akurat.
-
Artikel meny menyebut bahwa pelaporan SPT Tahunan untuk wajib pajak orang pribadi paling lambat 31 Maret, dan badan usaha paling lambat 30 April. Ini umum dikenal sebagai batas waktu pelaporan SPT Tahunan di Indonesia. Artikel menjadikannya sebagai konteks.
Jadi, secara umum informasi inti artikel cukup tepat dan bermanfaat.
📌 Saran untuk pembaca / yang akan mengurus EFIN
-
Pastikan domisili KPP Anda benar (kantor yang menangani NPWP Anda) karena prosedur atau email yang digunakan bisa berbeda tiap wilayah.
-
Gunakan email resmi KPP yang terdaftar di situs DJP (bukan email sosial yang belum diverifikasi) untuk menghindari penipuan.
-
Sertakan dokumen yang valid dan lengkap, seperti NPWP Anda, KTP/NIK, alamat email aktif, nomor ponsel, dan swafoto memegang KTP + NPWP jika diminta.
-
Setelah menerima EFIN, segera aktivasi/daftar di layanan elektronik DJP (DJPO nline) supaya bisa digunakan untuk e-Filing atau layanan lain.
-
Jaga kerahasiaan EFIN Anda. Karena jika disalahgunakan, bisa berarti akses ke layanan pajak daring atas nama Anda.
-
Periksa ketentuan terbaru DJP atau KPP daerah karena prosedur bisa berubah (termasuk layanan daring akibat kondisi seperti pandemi, atau perubahan regulasi).
-
Jika memilih datang langsung ke kantor, cari tahu jam layanan dan persyaratan kunjungan karena bisa ada pembatasan atau antrian.
📝 Kesimpulan
Artikel “Tiga Cara Mudah Mendapatkan EFIN Pajak, Bisa Online Juga!!” cukup berguna dan praktis, terutama untuk pembaca yang pertama kali akan mengurus EFIN dan ingin tahu pengalaman nyata. Informasi inti sangat sesuai dengan prosedur resmi. Namun, artikel ini juga memiliki beberapa keterbatasan: kurangnya penjelasan lengkap tentang semua metode (telepon, offline), kurang penekanan pada regulasi/peraturan, dan tidak begitu banyak memperingatkan risiko keamanan.
Jika saya memberi skor secara subjektif untuk artikel ini: 7.5/10 — layak dibaca sebagai panduan awal, tapi pembaca tetap harus cross-check ke sumber resmi sebelum bertindak.
Untuk melihat isi artikel aslinya, klik saja link berikut √ Tiga Cara Mudah Mendapatkan EFIN Pajak, Bisa Online Juga!! - Khairul Fikri - Personal Blogger Indonesia

Komentar
Posting Komentar